Puisi Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!* | M.Fadjroel Rachman - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!* | M.Fadjroel Rachman ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :
puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.
Ok ni puisi yg gue maksud :
Puisi Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!* | M.Fadjroel Rachman
Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!*M.Fadjroel RachmanSekarang aku di sini, saudaraku, menghirupNanah luka-lukaku. SendirianTerlontar ke alam raya rintisanku dan melukis-lukis Kejalanganku di dinding langit bekuAku tak lagi bermimpi, Estragon!Dalam Neraka Jahanam dan Daging Busuk initak ada yang kumengerti selain Perubahan AbadiDalam Neraka Jahanam dan Daging Busuk initak ada yang kumengerti selain Pertanyaan AbadiAku kini ruang-waktu-abadi bagi diriku sendiri!Telah kutinggalkan segalanya. Aku muak pada segalanyaJuga dirimu!Di manakah Manusia? Di manakah janji parapengecut dan pelacur itu?Lihatlah, hanya Kuburan Tandus dan PestaKematian yang bermakna di Bumi Luka Parah iniLihatlah bebatuan dan langit-terbakarmengucurkan darahAh, berdustakah aku?Ciumlah amis darah di belantara kata-kata,dalam kerongkonganmu, dalamkerongkongan waktu, dalam Kitab-SucimuCiumlah amis darah dalam mimpi-mimpi dandoa-doa ketakutanmuAtau dalam Cinta!Bayi dungu dilahirkan entah untuk apa dandengan riangnya menari-nari memujaKetololan si Penjaja Kebenaran dan Jalan KeabadianDi alun-alun kota, kabarnya tempat nabi-nabiditasbihkan, yang terdengar hanya jeritandan tangisan tak berkesudahan- Dokter berapa butir aspirinkah harus ditelanagar kesepian dan kematian tak lagimenghancurkan kegembiraan hidup danjalinan kasih sayang?- Dokter berapa butir aspirinkah harus ditelanuntuk melupakan kenangan dan mimpi-buruk dalam cekikan ruang waktu berdarah ini?- Dokter berapa butir aspirinkah harus ditelanagar dapat kumengerti siapakahsebenarnya kita, darimana berasal danakan ke mana pergi?- Dokter berapa butir aspirinkah harus ditelanagar orang mati bisa berbincang di PasarMalam dan tak lagi menjadi dongeng untukmenakuti anak-anak, para pengecut danpelacur Kehidupan?- Ah, haruskah kucekik engkau untuk dustayang bersemayam di alam raya, tuan dokter?- Engkau butuh aspirin dalam dosis yang palingmematikan, bukan?- Dokter, kegelisahan pikiran adalah hantubarbar yang melayang-layang tanpa basa-basi di urat syaraf dan begitu bebalterhadap doa maupun mantera dari nabipaling sempurna sekalipun. Kenapa NerakaJahanam dan Daging Busuk ini harusdidustakan, tuan dokter?- Bukankah kesederhanaan pikiran adalah doatersakti kaum pengecut dan pelacur yangmenjadikan bumi sebagai Rumah Ibadatdan Pabrik Anggur bagi Pesta Pembunuhan?- Hopla, mari pergi! kata Estragon- Tidak! Tidak! Aku tak mau pergi, inilahKerajaan Deritaku!- Ah, lihatlah langit terbakar, tak kau ciumkahbau usus hangus dari perutmu sendiri?- Estragon, bukankah Penantian Tanpa Akhir inimenjadikan kita Tuan atas nasib sendiri?- Kita tak menantikan apa-apa di sini.Pengadilan Agung itu hanya dusta kaumpengecut dan pelacur. Neraka Jahanam danDaging Busuk inilah Hidup kita. Di luardinding ini hanya Sepi dan Ketiadaanbertahta. Dan dirimu adalah Keputusanmu.Titik.- Tapi Estragon, aku ingin melupakan hujan-beku di dalam hatiku, membakar semuapakaian kegelisahanku, melupakan semuaTarian Tolol Kehidupan kita dan segalaUpacara Berdarah dalam Drama Sia-Sia ini.Ini bukan kegilaan dan aku tak inginmendustakan Neraka Jahanam dan DagingBusuk yang mencincang urat syaraf dannurani kita. Bagaimana itu mungkin,Estragon? Akankah kupilih segalakejahatan yang merayu-rayu ini?- Aku telah membunuh si Pendusta yangmengaku Hakim Agung itu dan telahkubakar segala makna tindakan diKerongkongan Waktu Gulita ini- Aku bermimpi bahwa aku tak lagi bermimpi,bukankah begitu pikiranmu, Estragon? Tapiengkau dalam pakaian badut dan tingkahlaku memuakkan itu dapat menari-naririang dalam kubangan darah leluhur dansanak-saudaramu, juga Bundamu. Takadakah yang memberatkan hatimu? Engkauingin melupakan kesia-siaan Hidup danKetidaktahuanmu? Tidakkah semua inimenyentakkan urat syaraf, lalu kitamelawan sehabis-habisnya?- Baiklah Estragon, walaupun rayuan untukmenyederhanakan Hidup mengguncangimpian dan kesadaranku. Aku tak maupergi. Inilah Kerajaan Deritaku. Engkaupergilah, ajak Vladimir. Aku takmenantikan apa-apa di sini dan lupakanlahPengadilan Agung itu. Bukankah semuanyahanya mimpi tolol masa kanak-kanak kitaLalu tentang Dosa dan Hari Pembalasansebaiknya diabadikan sebagai dongengsatu babak di Pasar Malam untukmenghibur hati kita yang lelah setelahbertempur di front terdepan mengurangiDarah, Penderitaan dan Keputusasaan.Namun engkaupun mengerti Estragonbahwa aku tak memaknakan apa-apa dantak memahami apa-apa. Aku hanya inginmenyayangi sanak saudaraku, manusiayang Letih dan Menderita ini dan melawansehabis-habisnya Ketololan para penjajaKebenaran dan Jalan KeabadianInilah aku. Aku kini ruang waktu abadi bagidiriku sendiri!Akulah duka anak-dara yang bunuh diriAkulah duka anak-dara yang bunuh dirisurat putih dan genangan airmatanyamembakar urat syarafku, membakarkedustaan hidupku dan mengabari bahwaaku hidup dalam Neraka Jahanam danDaging BusukInilah bumiku. Inilah Kerajaan Deritaku!Aku mengerti betapa menyakitkan semua ini.Aku memilih tindakan yang kupandang sia-sia untuk mengguncang ruang-waktu yangsia-sia dan memuakkan iniWahai, beri daku satu ciuman di bibir kering inikejahatan merayu-rayu di belantara kata-kataDi manakah manusia? Di manakah janji parapengecut dan pelacur itu?Hopla...Mari pergiMari pergiTidak!...tidak! Aku tak mau pergi, inilahKerajaan DeritakuKebonwaru, agustus 1990Nusakambangan, September 1990* Nama Estragon dan Vladimir diambil dari nama tokoh badut dalam Waiting for Godot, karya Samuel Beckett (English Edition, London: Faber dan Faber, 1955)
Semoga artikel Puisi Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!* | M.Fadjroel Rachman ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Aku tak lagi Bermimpi, Estragon!* | M.Fadjroel Rachman ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.