Puisi Penumpang Terakhir | Joko Pinurbo - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Penumpang Terakhir | Joko Pinurbo ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :
puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.
Ok ni puisi yg gue maksud :
Puisi Penumpang Terakhir | Joko Pinurbo
Penumpang Terakhiruntuk Joni AriadinataJoko PinurboSetiap pulang kampung, aku selalu menemui bang becakyang mangkal di bawah pohon beringin itu dan memintanyamengantarku ke tempat-tempat yang aku suka.Entah mengapa aku sangat suka tamasya dengan becaknya.Mungkin karena genjotannya enak, lancar pula lajunya.Malam itu aku minta diantar ke sebuah kuburan.Aku akan menabur kembang di atas makam nenek moyang.Kuburan itu cukup jauh jaraknya dan aku khawatir bang becakakan kecapaian, tapi orang tua itu bilang tenang tenang.Sepanjang perjalanan bang becak tak henti-hentinya berceritatentang anak-anaknya yang pergi merantau ke Jakartadan mereka sekarang alhamdulillah sudah jadi orang.Mereka sangat sibuk dicari uang dan hanya sesekali pulang.Kalaupun pulang, belum tentu mereka sempat tidur di rumahkarena repot mencari ini itu, termasuk mencari utangbuat ongkos pulang ke perantauan.Baru separuh jalan, nafas bang becak sudah ngos-ngosan,batuknya mengamuk, pandang matanya berkunang-kunang,aduh kasihan. “Biar gantian saya yang menggenjot, Pak.Bapak duduk manis saja, pura-pura jadi penumpang.”Mati-matian aku mengayuh becak tua itu menuju kuburan,sementara si abang becak tertidur nyaman, bahkan mungkinbermimpi, di dalam becaknya sendiri.Sampai di kuburan aku berseru bangun dong pak,tapi tuan penumpang diam saja, malah makin pulas tidurnya.Aku tak tahu apakah bunga yang kubawa akan kutaburkandi atas makam nenek moyangku atau di atas tubuhbang becak yang kesepian itu.2002
Semoga artikel Puisi Penumpang Terakhir | Joko Pinurbo ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Penumpang Terakhir | Joko Pinurbo ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.