Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman

Senin, 03 Februari 2014

Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman

Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :

puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.

Ok ni puisi yg gue maksud :

Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman

Bersimpuhlah di hadapan Bunda
M.Fadjroel Rachman

      terkasih, mencium kedua pipinya, kemudian
      memohon doa-restunya

Sebab sipir-sipir maha-tahu dan maha kuasa
      serta tukang-tukang sihir haus darah dan
      kekuasaan mengintai kita dari segala
      penjuru
Mereka bagai karbon monoksida yang
      berkeliaran di ruang-waktu meracuni darah
      merahmu dan menghisap sel-sel syarafmu
Tak ada lagi keamanan di negeri ini, engkau
      bisa saja raib tanpa seorangpun sahabat atau
      kerabatmu mengetahuinya
Dan hanya ikan di kali-kali yang menangisi
      kepergianmu
Lalu siapa yang akan mengabarkan kepedihan
      ini kepada Bunda terkasih?
Ah, bila penguasa tak suka padamu, lebih baik
      sebelum pergi dari rumahmu, ucapkan
      selamat tinggal pada kerabat-kerabat dan
      sahabat-sahabatmu
Beri makan binatang-binatang kesayanganmu
      dan katakan, “Hari-hari semakin
      mengerikan, penuh darah dan kekejaman di
      negeri ini, mudah-mudahan kita bisa
      berjumpa lagi di saat makan siang nanti,
      atau dalam ribuan hari lagi, atau malah tidak
      kembali sama sekali”
(Ah, kenangkanlah segala impian, mimpi buruk
      dan kebahagiaan kecil yang kita alami
      hingga hari terakhir kehidupan kita)

Engkau boleh saja berteriak itu barbar, tak
      beradab, memperkosa keadilan, akal budi
      dan hati-nurani
Tapi apalah artinya teriakan-teriakanmu bila
      sipir-sipir maha-tahu dan maha-kuasa serta
      tukang-tukang sihir haus darah dan
      kekuasaan menjerat tali gantungan ke
      lehermu dan menutup pernapasanmu,
      kemudian membakar kornea matamu, dan
      memisahkanmu tiba-tiba dari Bunda terkasih,
      sahabat-sahabatmu serta kerabat-kerabatmu

Ya, kita harus bersimpuh di hadapan Bunda
      terkasih, mencium kedua pipinya, kemudian
      memohon doa restunya
Karena kita tak tahu, apakah akan berjumpa
      lagi dengan Bunda terkasih, segalanya serba
      tak pasti. Manusia serta kehidupan tak
      berharga sama sekali di negeri ini
Kita juga tak tahu siapakah yang bakal
      mengabari Bunda terkasih dan menghiburnya
      di hari-hari dukanya
Sebaiknya, tinggalkanlah secarik kertas di
      pembaringan yang bakal kita tinggalkan,
      semoga Bunda masih mencium kehadiran dan
      mendengar getar kesakitan suara kita dari
      balik terali besi penyiksaan atau dari balik
      debu-debu beku pengubur tubuh kering kita.
      Dan tuliskanlah, (Mungkin ini tulisan
      terakhir di batu nisan nanti? Akan
      bernisankah kuburan kita nanti?) “If the man
      who wants to build up a better life for the
      People (the oppressed and exploited people)
      and fight for it and build up democracy, social
      justice, human rights, sovereignty of the
      people in the realm of politics, economic and
      culture; because he believes in brotherhood,
      individual uniqueness, man’s curiousity (the
      strength of man’s reason) and he is the heresy
      for himself must be called a rebel; so then call
      me a rebel”

Setidaknya Bunda kita terkasih bisa mengerti
      bila tak ada seorang pun di muka bumi
      memahami manusia mabuk dan kesepian
      semacam kita

Percayalah Bunda terkasih pasti memahami
Bunda terkasih pasti memahami

Kebon Waru, Desember 1989


Semoga artikel Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Bersimpuhlah di hadapan Bunda | M.Fadjroel Rachman ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.