Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri

Kamis, 06 Februari 2014

Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri

Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :

puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.

Ok ni puisi yg gue maksud :

Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri

Djakarta, 24 Maret 1945
DARI DAN UNTUK: IBUKU
Zeffry J. Alkatiri

08.32
Kristen hitam bubaran misa
Jalannya merunduk
Tangannya berat mendekap baibel ke dada

08.37
Tiga orang geisha kuyu
Baru keluar dari markas Heiho
Menenteng bungkusan hasil barter,
pasti berisi
Beras, ikan asin , dan gula.

09.10
Di Priok
Rombongan pemuda gundul
Berbaris menghadap matahari dan bendera
Asia timur raya
Kakinya nyeker berdebu.
Sayup-sayup kimigayo menuntun mereka
Menuju gerbang neraka

09.50
Di gudang Jepang
Antrian jatah semakin panjang
Sisa makanan kaleng diperebutkan
Oleh para perempuan rombengan
Anak-anak mereka jalan merangkak
Perutnya buncit berisi angin

Sekitar 10.35 – 12.20
Di sebuah kampung
Pada pelataran rindang
Para bocah main hompimpah
Mereka bersiteru
dan mengejek anak yang kalah:

nasi uduk ketan urap
orang buduk ditendang arab
nasi uduk ketan urap
orang buduk sering kalap

Hari ini wak haji hanya mengimani tiga orang sebaya
Seperti biasa, ancemon kuah
Tumpah
Di perut.

13.17
Di sebuah pos jaga
Para opsir kegerahan
Baju dinasnya dibiarkan terbuka
Sebagian mengipas
Matanya mengecil dan semakin setipis garis.

14.10
Kata seorang zuster,
Sudah lama rumah sakit kehabisan perban.
Percetakan Kolf tutup
Olimo dan Lindeteves lebih dahulu
Apalagi Pasar Baru.

Hari ini
Ada lagi
Orang mati
Di emperan toko
Tubuhnya dipenuhi kutu tuma
Entah nanti
Dibuang ke mana
Dikubur tanpa tanda
Sebab mereka adalah
Orang-orang kalah tanpa nama       

Sekitar 14.30 – 14.55
Teng-teng-teng!
Trem line 2 Kota-Menteng
Lewat Deka Park
Angin mengejar di belakang
Dan berloncatan mengisi dua gerbong kosong
Trem line 4 Kota-Tanah Abang
Lewat Gang Ketapang
Biasa membawa sekeranjang keharuman pasar
Di warung kopi
Tukang catut, seperti tawon
Keluar masuk sarang bergantian
Mengabarkan adanya kuncup bunga yang akan mekar

Kurang lebih 15.38
Sebuah rumah mewah di jalan Kaji
Tenang ganjil
Penghuninya tidur siang
Kata orang bekas tempat interniran
Para perempuan indo
Sekarang menjadi tempat piaraan
para komandan.

Sekitar 16.35
Rombongan pengantri pulang
Wajah mereka matang udang
Di kali sudah banyak orang mandi.
Di depan markas Kempetai
Hinomaru lemas terkulai.
Di sebuah tembok
Poster Banzai – Dai Nippon!
Sobek lusuh tinggal separuh.

17.10
Sepintas,
Di meja abu
Rumah nyonya Alan
Terdapat foto baru
Tiga hari yang lalu
Anak perempuannya yang berkepang
Dinyatakan hilang

17.58 – 18.35
Sudah tiga tahun ini
Petugas lampu gas menganggur
Djakarta semakin buram kabur.
Setelah maghrib,
Sebaiknya di dalam rumah.
Sebab banyak setan gentayangan
Ngaji.

Kunang-kunang sambuk kelapa
Menjadi penunjuk jejak malam
Sebentar lagi ada kusyu-keiho
Siap-siap menggigit karet
Truk tentara akan lewat

19.20
Bioskop Al-Hambra, Astoria, dan Thalia
Gelap.
Di beranda hotel des Indes
Lampu 10 watt
Menggelantung sendirian
Para geisha merah menor kembali
Masuk ke kandang babi.

21.15
Di rumah pak mantri ada rapat pemuda
Tinta cina mulai habis
Besok mungkin
Aku tidak dapat lagi menulis

1998

Semoga artikel Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.