Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :
puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.
Ok ni puisi yg gue maksud :
Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri
Djakarta, 24 Maret 1945DARI DAN UNTUK: IBUKUZeffry J. Alkatiri08.32Kristen hitam bubaran misaJalannya merundukTangannya berat mendekap baibel ke dada08.37Tiga orang geisha kuyuBaru keluar dari markas HeihoMenenteng bungkusan hasil barter,pasti berisiBeras, ikan asin , dan gula.09.10Di PriokRombongan pemuda gundulBerbaris menghadap matahari dan benderaAsia timur rayaKakinya nyeker berdebu.Sayup-sayup kimigayo menuntun merekaMenuju gerbang neraka09.50Di gudang JepangAntrian jatah semakin panjangSisa makanan kaleng diperebutkanOleh para perempuan rombenganAnak-anak mereka jalan merangkakPerutnya buncit berisi anginSekitar 10.35 – 12.20Di sebuah kampungPada pelataran rindangPara bocah main hompimpahMereka bersiterudan mengejek anak yang kalah:nasi uduk ketan uraporang buduk ditendang arabnasi uduk ketan uraporang buduk sering kalapHari ini wak haji hanya mengimani tiga orang sebayaSeperti biasa, ancemon kuahTumpahDi perut.13.17Di sebuah pos jagaPara opsir kegerahanBaju dinasnya dibiarkan terbukaSebagian mengipasMatanya mengecil dan semakin setipis garis.14.10Kata seorang zuster,Sudah lama rumah sakit kehabisan perban.Percetakan Kolf tutupOlimo dan Lindeteves lebih dahuluApalagi Pasar Baru.Hari iniAda lagiOrang matiDi emperan tokoTubuhnya dipenuhi kutu tumaEntah nantiDibuang ke manaDikubur tanpa tandaSebab mereka adalahOrang-orang kalah tanpa namaSekitar 14.30 – 14.55Teng-teng-teng!Trem line 2 Kota-MentengLewat Deka ParkAngin mengejar di belakangDan berloncatan mengisi dua gerbong kosongTrem line 4 Kota-Tanah AbangLewat Gang KetapangBiasa membawa sekeranjang keharuman pasarDi warung kopiTukang catut, seperti tawonKeluar masuk sarang bergantianMengabarkan adanya kuncup bunga yang akan mekarKurang lebih 15.38Sebuah rumah mewah di jalan KajiTenang ganjilPenghuninya tidur siangKata orang bekas tempat interniranPara perempuan indoSekarang menjadi tempat piaraanpara komandan.Sekitar 16.35Rombongan pengantri pulangWajah mereka matang udangDi kali sudah banyak orang mandi.Di depan markas KempetaiHinomaru lemas terkulai.Di sebuah tembokPoster Banzai – Dai Nippon!Sobek lusuh tinggal separuh.17.10Sepintas,Di meja abuRumah nyonya AlanTerdapat foto baruTiga hari yang laluAnak perempuannya yang berkepangDinyatakan hilang17.58 – 18.35Sudah tiga tahun iniPetugas lampu gas menganggurDjakarta semakin buram kabur.Setelah maghrib,Sebaiknya di dalam rumah.Sebab banyak setan gentayanganNgaji.Kunang-kunang sambuk kelapaMenjadi penunjuk jejak malamSebentar lagi ada kusyu-keihoSiap-siap menggigit karetTruk tentara akan lewat19.20Bioskop Al-Hambra, Astoria, dan ThaliaGelap.Di beranda hotel des IndesLampu 10 wattMenggelantung sendirianPara geisha merah menor kembaliMasuk ke kandang babi.21.15Di rumah pak mantri ada rapat pemudaTinta cina mulai habisBesok mungkinAku tidak dapat lagi menulis1998
Semoga artikel Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.