Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri

Minggu, 02 Februari 2014

Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri

Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :

puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.

Ok ni puisi yg gue maksud :

Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri

Malari: 1974
SEBUAH EPISODE YANG DIGUBAH BERDASARKAN PENGALAMAN PENULIS SEWAKTU DUDUK DI KLAS II SMPN XXXV - GAMBIR
Zeffry J. Alkatiri

Bubaran sekolah aku mengikuti rombongan
Yang meneriakkan pekik kebebasan dalam
kemarahan.
Pada hari itu aku bangga
dapat mengempiskan tiga mobil perwira.
Temanku lima bahkan ada yang sepuluh.
Semua berlomba mengumpulkan pentil
sebanyak mungkin.
Para perwira terpaksa harus berjalan
bersama massa.
Pada hari itu kami bangga
dapat mengusir Panser
Yang petugasnya berendam di dalam.
Kami bergembira dapat menghalau robot-robot
berpakaian seragam
Yang mundur kehabisan strum.
Pada hari itu, kami menjadi sombong,
Karena berhasil menakuti para birokrat
dan aparat.

Di Pejambon,
Aku bergabung dengan serombongan Arek
Yang seakan sedang mementaskan
pertunjukan reog.
Mata mereka seperti terpejam.
Hawa mulutnya menebar anggur kebencian
Garang membawa balok dan pentungan
Sambil berteriak seperti orang kesurupan.

Kami lalu berbelok ke arah Lapangan Banteng
Menuju Proyek Senen.
Di sana,
Para perempuan penjaga toko
berlari merunduk
Seperti kijang menghindar terkaman macan.
Pemilik toko komat-kamit,
Entah berdoa atau ngomel tak karuan.
Para preman Batak ikut sibuk
membersihkan perhiasan.
Warga Sentiong, Tanah Tinggi, Kwitang,
dan Alamo Kwini
Berebut memusnahkan
barang produksi Jepang.
Sehari itu,
Mata kami menjadi ahli membedakan
Barang yang mana yang harus dibuang

Proyek Senen terbakar,
Jakarta lengang
Semua orang berjalan
Bahkan di jalan orang dapat tiduran.
Iring-iringan rombongan seperti ada perayaan.

Ya, memang ada
Perayaan menyambut kemenangan
Perayaan menyambut kebencian
Perayaan menyambut kemarahan
Dan perayaan menyambut kecemburuan.

Atas nama sebagian orang yang tidak dapat
mencicipi harta bantuan utang Jepang.

Di Bunderan Air Mancur,
Mahasiswa bersama massa mendesak aspri
mundur
Karena dianggap sebagai antek Tanaka
Yang menjerumuskan masyarakat Indonesia
ke jurang romusha.

Brandwier kehabisan air
Untuk memadamkan jiwa-jiwa yang terbakar
Yang melemparkan kekesalannya melalui
batu-batu,
Melalui linggis, dan melalui api.
Baru pada hari itu, aku merasakan menjadi
pemilik kota ini
Dan merasakan menjadi pemilik negeri ini.
Setelah berjalan berputar-putar,
kami berpencaran.
Di pinggir jalan orang bertanya,
Tentang asap yang menghitam
di belakang kami.

Di depan jalan ke rumahku
Para tetangga bergerombol
Seakan berhasil menjerat mangsa buruan
Mereka mengurungku dan menanyakan
peristiwa hari itu.
Ternyata, aku adalah orang pertama yang
ditunggunya.
Nah…, aku menjadi pewarta.
Mereka mengikutiku sampai ke serambi
rumahku.
Dengan tenang kuurut semua menit kejadian.
Pada hari itu Aku menjadi berita
Aku menjadi pencerita
Aku menjadi koran dan radio
Aku adalah si pewarta
Yang bangga dapat mengalahkan
Oom Usman dan ‘Ceu Ety
Yang biasa menyajikan berita kepada para tetangga.

Akulah berita
Akulah koran dan radio
Akulah si pencerita
Akulah si pewarta
Akulah si pencatat pertama
Yang membuat Oom Usman dan ‘Ceu Ety
melongo dan keqi
Pada hari itu kesombongan mereka
kutaklukkan.

Sampai tengah malam
Para tetangga masih seperti lalat
mengerubungi bangkaiku.
Walaupun berjalan berkilo meter,
aku tidak merasa lelah.
Yang tersisa hanya perasaan bahagia
Atas kebebasan, kemenangan,
dan keberanian.

Selesai,
Semua telah kuwartakan.
Tapi ada sesuatu yang kulewatkan
Yang tak kuceritakan pada mereka
Dan tak akan pernah kuceritakan,
Bahwa di dalam kantong celanaku
Tersimpan puluhan jam tangan
Dan beberapa emas batangan
Hasil jarahan…

1999

Semoga artikel Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Malari: 1974 | Zeffry J. Alkatiri ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.