Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi

Kamis, 06 Februari 2014

Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi

Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :

puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.

Ok ni puisi yg gue maksud :

Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi

Seperti Ini
Jalaluddin Rumi

Jika seseorang bertanya
Tunjukkan wajahmu padanya, lalu ucapkan
Seperti ini

Jika seseorang bertanya
"Seperti apakah bentuk bulan purnama?"
Panjatlah atap tertinggi, lalu berteriaklah lantang
Seperti ini

Jika seseorang bertanya
"Seperti apakah sayap bidadari itu?"
tersenyumlah kepadanya
Jika ia bertanya tentang aroma surga
Peluklah ia rapat-rapat, biarkan wajahnya
membusai rambutmu,
Seperti ini

Jika seseorang bertanya
"Bagaimana Isa menghidupkan orang mati?"
Jangan ucapkan apa-apa kepadanya walau
hanya sepatah kata --
Ciumlah pipinya dengan lembut,
Seperti ini

Jika seseorang bertanya
"Bagaimana rasanya terbunuh cinta?"
Pejamkan matamu, lalu sobeklah bajumu
Katakan padanya,
Seperti ini

Jika seseorang bertanya tentang rupaku
Tengadahkan wajahmu, lalu pandanglah
angkasa dengan matamu lebar terbuka
Seperti ini

Sesungguhnya jiwa memasuki satu jiwa lalu
jiwa lainnya
jika ia masih meragukannya pula
Masuklah dirimu ke rumahku
lalu ucapkan selamat tinggal kepadanya
Seperti ini

Kapan pun seorang pencinta mengisakkan tangisannya
Ia kisahkan kembali cerita kita
Dan Tuhan menekurkan kepala-Nya
mendengarkan
Seperti ini

Aku seperti gudang penyimpan harta berharga
Aku serupa dengan kepedihan pengingkaran pada diri
Agar kau bisa melihatku, arahkan
pandangmu lebih rendah, ke tanah
Lalu pandanglah surga
Seperti ini

Hanya angin sepoi saja yang mengetahui
rahasia penyatuan
Dengarkanlah suara lembutnya
membisikkan satu lagu bagi setiap hati
Seperti ini

Jika seseorang bertanya
"Bagaimana seorang pelayan akan dapat
meraih rahmat Tuhan?
menjadi lilin yang bersinar hingga terlihat setiap orang?"
Seperti ini

Aku juga ditanya tentang aroma tubuh Yusuf
yang memperjalankannya dari satu kota ke kota lainnya
Itulah aroma tubuhmu
yang ditiupkan Tuhan dari dunia-Nya yang sempurna
Seperti ini

Aku ditanya lagi tentang aroma tubuh Yusuf
yang membuka mata dan penglihatan yang buta
Itulah tiupan-mu
yang menyapu kegelapan dan menjernihkan
pandangan mataku
Seperti ini

Mungkin Syams akan lebih dermawan
Mengisi relung-relung hati kita dengan cinta
Mungkin ia akan menaikkan satu lengkung alisnya
dan melempar kita dengan satu lirikannya
Seperti ini

Jangan lagi kita percakapkan malam!
Pada lintasan hari-hari kita malam tak pernah singgah
Pada agama Cinta kita
tak ada agama dan tak ada cinta
Cinta ialah lautan Tuhan yang tak bertepi
Namun, alangkah mengherankan,
Ribuan jiwa tenggelam dalam lautan itu dan
berteriak lantang
"Tuhan tidak ada!"

Wahai mata, gosokkan kemejamu dalam darah
Wahai jiwa, gantungkan baju-bajumu pada
roda kehidupan dan kematian

Wahai lidah, biarkan Pencinta menyanyi
Wahai telinga, mabuklah oleh nyanyian-Nya

Semoga artikel Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Seperti Ini | Jalaluddin Rumi ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.