Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman

Kamis, 30 Januari 2014

Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman

Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :

puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.

Ok ni puisi yg gue maksud :

Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman

Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita
M.Fadjroel Rachman

Di tembok-tembok gedung perwakilan rakyat
Di tembok-tembok gedung pemerintahan
Di tembok-tembok gedung pengadilan
Di tembok-tembok gedung angkatan bersenjata
Di sepanjang jalan, di kebun-kebun petani, di
      pabrik-pabrik kaum pekerja di negeri kita
Di setiap lantai rumah-rumah kita

Kita harus menyanyikan semua lagu dan
      membacakan semua puisi
Sepanjang hari dan sepanjang malam
Yang mengobarkan akal-budi dan hati-nurani kita
Bahwa tanpa hak-hak asasi, kekuasaan akan
      menjadi berhala haus-darah dan pencabut
      nyawa kita
Bahwa tanpa hak-hak asasi maka kekuasaan
      menjadi TIRANI, menjadi DURNO bagi
      kehidupan
Bahwa tanpa hak-hak asasi kekuasaan akan
      merampas tanah-tanah pekarangan kita,
      pekerjaan kita bahkan yang tak cukup untuk
      makan hari ini, menggusur dan membakar
      rumah-rumah kita, menghisap semua
      persediaan air minum kita, merampas
      pendidikan, masa-depan anak-anak kita dan
      merampas semua suara kita, akal-budi serta
      hati-nurani kita

Apakah lagi yang tak mungkin dirampas oleh
      Tirani Kekuasaan?
Bahkan keberanian kita, dimasukkan dalam
      selokan
Dan negeri kita dijadikan kandang kerbau
Lalu seorang sipir maha-tahu dan maha-kuasa
      akan menggebuk siapa saja yang tak
      disukainya

Lalu bagaimana mungkin ada perbincangan
      akal-budi dan hati-nurani di kandang kerbau?
Cendekiawan dan penyair dijadikan benalu
      dan hama bagi rakyat jelata
Senapan dan jampi-jampi peraturan
      dimasukkan paksa ke mulut dan saku
      mahasiswa, ulama serta pendeta
Lalu di manakah rumah-luas bagi cinta-kasih
      alam semesta?

Lalu untuk apa bernegara, bila hanya sebagai
      alat memonopoli kekayaan dan kekuasaan,
      memonopoli akal-budi dan hati-nurani
Lalu untuk apa lembaga perwakilan, bila hanya
      menjadi lembaga main-sulap cukong-cukong
      dan penguasa dengan kapitalis Jepang,
      Eropa, Amerika; menjadi lembaga membagi-
      bagi uang-saku dan proyek-proyek pembangunan
Astaga, lembaga apakah ini, demikian lihai
      memperjudikan perut dan masa-depan
      bangsa sendiri
Lalu apa gunanya wakil-rakyat, bila tak mau
      membela kebutuhan dan kepentingan rakyat
      jelata; bila menutup mata dan telinga dari
      segala penderitaan rakyat jelata

Bukankah merak tak lain daripada benalu dan
      hama bagi penghidupan rakyat jelata
Bukankah mereka tak lain daripada
      pengkhianat bagi cita-cita dan penghidupan
      rakyat jelata

Lalu apa gunanya pengadilan bila tidak berani
      menyuarakan keadilan; bila hanya menjadi
      alas kaki dan buldoser kekuasaan; menggilas
      ratusan juta rakyat yang memperjuangkan
      hak-hak asasi; bila hanya menjadi kondom
      bagi cukong dan penguasa rakus haus darah

Lalu saudara-saudaraku ratusan juta rakyat
      yang terampas hak-hak asasinya
Untuk apa berdiam diri menonton sikap-politik
      cukong-cukong dan penguasa di pengadilan
      berlumut ini
Lebih baik kita mengangkat poster-poster dan
      menuliskan semua hak asasi kita
Di tembok-tembok gedung perwakilan rakyat
Di tembok-tembok gedung pemerintahan
Di tembok-tembok gedung pengadilan
Di tembok-tembok gedung angkatan bersenjata
Di sepanjang jalan, di kebun-kebun petani, di
      pabrik-pabrik kaum pekerja di negeri kita
Di setiap lantai rumah-rumah kita

Dan kita harus menyanyikan semua lagu dan
      membacakan semua puisi
Sepanjang hari dan sepanjang malam
Yang mengobarkan akal-budi dan hati-nurani kita
Bahwa tanpa hak-hak asasi, kekuasaan akan
      menjadi berhala haus-darah dan pencabut
      nyawa kita
Bahwa tanpa hak-hak asasi maka kekuasaan
      menjadi TIRANI, menjadi DURNO bagi kehidupan

Kebon Waru, Desember 1989

Semoga artikel Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.