Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman - Halo guys hari ini gue mau bagiin artikel puisi. Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini buat loe yg lagi cari. Oya guys jika loe mau cari puisi lain, silahkan cari disini. Loe mau cari puisi apa ? apa puisi seperti ini :
puisi, puisi cinta, puisi ibu, puisi guru, puisi sahabat, puisi perpisahan, puisi pendek, puisi tentang alam, puisi pendidikan, puisi chairil anwar, puisi pahlawan, puisi romantis, puisi persahabatan, puisi sedih, puisi rindu, puisi bahasa inggris, puisi tentang lingkungan, puisi ayah, puisi alam, puisi kartini, puisi perpisahan sekolah, puisi aadc, puisi anak, puisi aadc 2, puisi aku, puisi adalah, puisi aan mansyur, puisi ayah dan ibu, puisi aadc 1, puisi ada apa dengan cinta 2, puisi aku karya chairil anwar, puisi agama, puisi anekdot, puisi adiwiyata, puisi anak tk, puisi anak sekolah, puisi air, puisi amir hamzah, puisi anak jalanan, puisi bahasa jawa, puisi berantai, puisi bahasa sunda, puisi bebas, puisi buat pacar, puisi bahasa indonesia, puisi bahasa inggris dan artinya, puisi bunda, puisi bahasa bali, puisi bertema pendidikan, puisi bunga, puisi banjir, puisi bertema lingkungan, puisi bencana alam, puisi baru, puisi bunga mawar, puisi buat ibu, puisi buku, puisi bijak, puisi cinta sedih, puisi cinta islami, puisi cinta romantis, puisi cinta pendek, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi chairil anwar aku, puisi cinta sejati, puisi cinta bertepuk sebelah tangan, puisi cinta gus mus, puisi cinta kahlil gibran, puisi cinta bahasa arab, puisi cinta tanah air, puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, puisi cinta chairil anwar, puisi cak nun, puisi cinta jarak jauh, puisi cita cita, puisi dalam bahasa inggris, puisi doa, puisi diponegoro, puisi desaku, puisi di aadc 2, puisi doa karya chairil anwar, puisi di film aadc, puisi dan maknanya, puisi dian sastro, puisi di pagi hari, puisi dokter, puisi derai derai cemara, puisi doa untuk ayah, puisi dengan tema pendidikan, puisi diponegoro karya chairil anwar, puisi diam, puisi dengan tema keindahan alam, puisi doa untuk ibu, puisi dalam bahasa jawa, puisi desa, puisi emha ainun najib, puisi emansipasi wanita, puisi embun pagi, puisi elegi, puisi ekonomi, puisi egois, puisi english, puisi edelweis, puisi epigram, puisi empat bait, puisi epik, puisi esai, puisi es krim, puisi emosi, puisi emily dickinson, puisi entahlah, puisi elang, puisi eka budianta, puisi edan, puisi ekosistem, puisi film aadc, puisi fls2n, puisi fatamorgana, puisi fiersa besari, puisi film aadc 2, puisi fisika, puisi fenomena alam, puisi filsafat, puisi fajar, puisi fls2n 2016, puisi fls2n 2015 smp, puisi frustasi, puisi friendzone, puisi faisal oddang, puisi film, puisi facebook, puisi fajar merah, puisi filosofi kopi, puisi film 5 cm, puisi filosofi, puisi galau, puisi gus mus, puisi gugur, puisi gunung, puisi guru singkat, puisi gombal, puisi gerhana matahari, puisi guru 4 bait, puisi gempa bumi, puisi gus mus kau ini bagaimana, puisi gunung meletus, puisi guru 3 bait, puisi guruku pahlawanku, puisi gokil, puisi guru dalam bahasa inggris, puisi guru terbaik, puisi gembira, puisi gus mus mp3, puisi gie, puisi hujan, puisi hari kartini, puisi hati, puisi harapan, puisi hari pendidikan, puisi hutan, puisi humor, puisi hilang, puisi hujan bulan juni, puisi hidup, puisi hewan, puisi habis gelap terbitlah terang, puisi habibie untuk ainun, puisi hampa dll.
Ok ni puisi yg gue maksud :
Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman
Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi KitaM.Fadjroel RachmanDi tembok-tembok gedung perwakilan rakyatDi tembok-tembok gedung pemerintahanDi tembok-tembok gedung pengadilanDi tembok-tembok gedung angkatan bersenjataDi sepanjang jalan, di kebun-kebun petani, dipabrik-pabrik kaum pekerja di negeri kitaDi setiap lantai rumah-rumah kitaKita harus menyanyikan semua lagu danmembacakan semua puisiSepanjang hari dan sepanjang malamYang mengobarkan akal-budi dan hati-nurani kitaBahwa tanpa hak-hak asasi, kekuasaan akanmenjadi berhala haus-darah dan pencabutnyawa kitaBahwa tanpa hak-hak asasi maka kekuasaanmenjadi TIRANI, menjadi DURNO bagikehidupanBahwa tanpa hak-hak asasi kekuasaan akanmerampas tanah-tanah pekarangan kita,pekerjaan kita bahkan yang tak cukup untukmakan hari ini, menggusur dan membakarrumah-rumah kita, menghisap semuapersediaan air minum kita, merampaspendidikan, masa-depan anak-anak kita danmerampas semua suara kita, akal-budi sertahati-nurani kitaApakah lagi yang tak mungkin dirampas olehTirani Kekuasaan?Bahkan keberanian kita, dimasukkan dalamselokanDan negeri kita dijadikan kandang kerbauLalu seorang sipir maha-tahu dan maha-kuasaakan menggebuk siapa saja yang takdisukainyaLalu bagaimana mungkin ada perbincanganakal-budi dan hati-nurani di kandang kerbau?Cendekiawan dan penyair dijadikan benaludan hama bagi rakyat jelataSenapan dan jampi-jampi peraturandimasukkan paksa ke mulut dan sakumahasiswa, ulama serta pendetaLalu di manakah rumah-luas bagi cinta-kasihalam semesta?Lalu untuk apa bernegara, bila hanya sebagaialat memonopoli kekayaan dan kekuasaan,memonopoli akal-budi dan hati-nuraniLalu untuk apa lembaga perwakilan, bila hanyamenjadi lembaga main-sulap cukong-cukongdan penguasa dengan kapitalis Jepang,Eropa, Amerika; menjadi lembaga membagi-bagi uang-saku dan proyek-proyek pembangunanAstaga, lembaga apakah ini, demikian lihaimemperjudikan perut dan masa-depanbangsa sendiriLalu apa gunanya wakil-rakyat, bila tak maumembela kebutuhan dan kepentingan rakyatjelata; bila menutup mata dan telinga darisegala penderitaan rakyat jelataBukankah merak tak lain daripada benalu danhama bagi penghidupan rakyat jelataBukankah mereka tak lain daripadapengkhianat bagi cita-cita dan penghidupanrakyat jelataLalu apa gunanya pengadilan bila tidak beranimenyuarakan keadilan; bila hanya menjadialas kaki dan buldoser kekuasaan; menggilasratusan juta rakyat yang memperjuangkanhak-hak asasi; bila hanya menjadi kondombagi cukong dan penguasa rakus haus darahLalu saudara-saudaraku ratusan juta rakyatyang terampas hak-hak asasinyaUntuk apa berdiam diri menonton sikap-politikcukong-cukong dan penguasa di pengadilanberlumut iniLebih baik kita mengangkat poster-poster danmenuliskan semua hak asasi kitaDi tembok-tembok gedung perwakilan rakyatDi tembok-tembok gedung pemerintahanDi tembok-tembok gedung pengadilanDi tembok-tembok gedung angkatan bersenjataDi sepanjang jalan, di kebun-kebun petani, dipabrik-pabrik kaum pekerja di negeri kitaDi setiap lantai rumah-rumah kitaDan kita harus menyanyikan semua lagu danmembacakan semua puisiSepanjang hari dan sepanjang malamYang mengobarkan akal-budi dan hati-nurani kitaBahwa tanpa hak-hak asasi, kekuasaan akanmenjadi berhala haus-darah dan pencabutnyawa kitaBahwa tanpa hak-hak asasi maka kekuasaanmenjadi TIRANI, menjadi DURNO bagi kehidupanKebon Waru, Desember 1989
Semoga artikel Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini membuat loe senang. dan jika mau loe harus bagiin artikel Puisi Kita Harus Menuliskan Semua Hak Asasi Kita | M.Fadjroel Rachman ini kepada temen2 loe. Gue akan seneng jika loe bagiin di sosmed. Dah gitu ja.. gue pamit sampai ketemu pada puisi selanjutnya.